Tuesday, November 22, 2016

How to be Your Own PR

How to be Your Own PR



Seringkali kata “Public Relation” dikaitkan dengan pekerjaan bergengsi di perusahaan besar, dimana tugas seorang PR adalah untuk menjaga nama baik perusahaan, menjalin relasi eksternal dan insternal dalam organisasi, serta tidak jarang seorang PR turun langsung menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, media dan perusahaan itu sendiri.
Namun tahukah kamu, bahwa menjadi PR yang baik itu dapat dimulai dari diri kita sendiri? Setiap hari, apa yang kamu pakai, kamu bicarakan, dan kamu tampilkan merupakan suatu bentuk komunikasi, baik langsung dan tidak langsung antara diri kamu dengan orang-orang di sekitar kamu. Orang lain dapat memiliki persepsi yang unik dan berbeda-beda tentang dirimu, tergantung dari bagaimana cara kamu menampilkan diri di hadapan orang lain.
Lalu, apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan untuk membentuk citra diri yang positif di hadapan orang lain? Berikut tips-tipsnya:
1.       Make a Good First Impression
Kesan pertama tidak pernah mati. Orang lain akan selalu mengingat kesan pertamanya akan dirimu, meskipun hal itu dapat terbukti salah. Ingatkah saat sahabatmu bercerita “dulu aku kira kamu orang yang galak, ternyata kamu sangat ramah dan menyenangkan!”. Daripada membuktikannya di belakang, mengapa tidak kita tunjukan hal itu di awal saja? :D

2.       Body Language Matters
Seberapa penting bahasa tubuh? Sebuah penelitian menyatakan bahwa dalam komunikasi; bahasa tubuh memegang peranan sebesar 55%, suara dan intonasi sebesar 38%, dan apa yang dibicarakan hanya sebesar 7%. Ayo posisikan bahasa tubuh kita dengan baik dan benar!


Sumber: gettyimages.com
3.       People Read the Book by Its Cover
Meskipun ada pepatah, “Don’t Judge a Book by Its Cover”, nyatanya orang lain pasti akan menilaimu dari penampilanmu. Bukan kecantikan atau ketampanan yang dibicarakan disini, melainkan caramu berpakaian yang sesuai dan menjaga kebersihan diri dengan baik.

4.       Learn New Things Everyday
Banyak-banyaklah membaca dan bertemu orang baru agar kamu dapat menambah wawasanmu. Seseorang dapat dinilai cerdas atau bodoh dari apa yang dia bicarakan. Tidak ada salahnya untuk membaca koran atau buku untuk memperluas cakrawalamu.

5.       Be Kind and Caring
Jika keempat hal diatas sudah dipenuhi, cobalah untuk menjadi orang yang baik dan menghargai orang lain. Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada orang yang sombong dan mau menang sendiri. Belajarlah untuk menjalin persahabatan dan jangan malu untuk menyapa orang lain terlebih dahulu.

6.       Smile!
Terakhir, tersenyum dan cobalah untuk menjadi pribadi yang positif! J Orang lain menyukai seseorang yang dapat menyebarkan kebahagiaan dan menaruh senyuman di wajah mereka. Cobalah untuk menjadi versi terbaik dirimu, dan orang lain akan memiliki kesan yang baik atas dirimu.
Selamat mencoba J

 


By: Felicia Kusuma
Fikom Untar ‘14
22 Nov 16


Monday, August 22, 2016

Japan Trip, Tokyo Journal

Getting There

Sambil nonton ok-jek :p
Setelah 7 jam terbang naik Garuda akhirnya tiba juga di Osaka International Aiport (KIX). Meskipun maskapai full service dan cukup nyaman, tetep aja gakbisa tidur di pesawat, I stayed up the whole time, berangkat dari Jakarta jam 12 malam dan tiba di Osaka jam 8an (waktu setempat +2jam).


Masih di area airport, kami langsung mengaktifkan kartu JR Pass yang sebelumnya dibeli di Jakarta (seitar 3,5jt IDR). Counter dan pintu masuk JR masih terhubung dengan airport. Tidak lupa mereserved kursi Shinkansen ke Tokyo, FYI kalau tidak menggunakan JR pass, 1 kali perjalanan Osaka-Tokyo sekitar 1,6jt IDR. Karena harus PP dan banyak menggunakan JR, jadi lebih untung jika membeli JR pass.

Perjalanan Osaka-Tokyo berlangsung selama +/- 3jam, meskipun melaju dengan kecepatan hingga 300km/jam, perjalanan terasa super smooth :D dibandingkan dengan MRT negara lain yang pernah saya coba, MRT di Jepang terasa berbeda, mungkin karena Jepang memang unggul dalam bidang teknologi ya :) Jadi bingung kenapa Indonesia memutuskan untuk menggunakan jasa China daripada Jepang dalam pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.


Tokyo Station

Setibanya di Tokyo, yang banyak dijumpai di dalam station adalah TOKYO BANANA :D Saat itu kami langsung lanjut ke stasiun Shibuya karena sudah sangat lelah menempuh perjalanan 12jam lebih. Kami menginap di apartment yang dibooking melalui airbnb. Jaraknya 10 menit dari stasiun, kamarnya cukup untuk 8 orang, ada mesin cuci, microwave, kompor, TV, dan dipinjamkan portable Wifi (kelupaan foto).


Cuaca Tokyo


Menurut hasil googling dan tanya orang2, Japan in summer will be hot, humid, and sometimes rainy... Akhirnya kebanyakan bawa baju tanktop/summer dress/celana pendek, ternyata summernya Tokyo kemarin itu seperti di puncak, sekitar 20-24 derajat celcius, namun di sore – malam hari itu windy banget dan anginnya dingin, kalau lagi fit sih ga masalah ya, tapi abis menempuh perjalanan jauh tanpa tidur gitu jadinya rawan masuk angin.. (Berbeda dengan Osaka yang lebih panas dari Jakarta, post Osaka - klik)

Lengkap buat hidung dan tenggorokan
Berhubung lagi flu berat akhirnya beli obat pilek. Obat disana mahal banget dibandingin di Indo. Harga obat pilek drugstore sekitar 1000yen (130rb) dibandingin sama sanaflu 4rb bisa dapat 30 strip, tapi memang mempan dan sekali minum 3 butir. Dy langsung untuk pilek, tenggorokan dan demam.


Shibuya


Di foto ini masih kurang rame
Malam pertama keliling-keliling sekitaran Shibuya. Buat yang senang belanja, wajib banget siapin seharian disini, ga cukup beberapa jam buat ngelilingin semuanya. Kalau lagi musim sale banyak banget yang murah-murah dibandingin di Jakarta. Toko-toko yang ada disana antara lain Lush, Don Quijote, HnM, F21, dan banyak lagi deh pokoknya sepanjang jalanan dan gang-gang itu isinya toko2 semua + ada mall-mall lagi. Jangan lupa kalau belanja lebih dari 5000Y, tanyakan apakah dapat tax refund? Lumayan kan 8% dari 5000yen = 400 yen. Nanti kalau mau redeem free tax, barang kita akan dimasukan ke plastik putih dan disegel solatip, gak boleh untuk dikonsumsi di Jepang. Terus receiptnya disteples ke passport kita. (Pas depart ke Indo sih gak bakal di cek juga koper kita, namun kalau ternyata ketawan, kita harus bayar taxes nya). Info lengkap Tax Free Japan - klik.

Jangan lupa visit patung Hachiko dan the famous Shibuya Crossing. Gak ngerti kenapa bisa rame banget coba crossingnya, bener-bener ky lautan manusia, sampai nyebrang aja bisa nabrak2 orang lagi, LOL, apa dibayar ya orang-orangnya biar suruh nyebrang2 disana biar rame dan jadi iconic? XD
Hachiko

Senang banget ngeliat penduduk Jepang yang pada sayang peliharaan, ehhehe.. salah satu alasan jadi cinta Jepang. Orang-orangnya juga jujur dan sopan-sopan banget, beda sama negara lain yang rawan scam (pernah 2x berturut-turut kena scam di Chiang Mai, Thailand)


Shinjuku dan Harajuku


Omoide Yokocho (foto dari google)
Hari kedua ke Shinjuku dulu, turun di stasiun JR Shinjuku, sayangnya menurut saya Shinjuku kurang banyak tourist attraction yang menarik dibandingin Shibuya, but Shinjuku does have the biggest red light district in Japan :p
Akhirnya cuman makan di memory lane (Omoide Yokocho), oiya, important note, kalau ke memory lane jangan siang hari, better sore-malam karena lebih banyak restoran yang buka dan beda vibenya :p wajib cobain yakitori + sakenya, jangan takut buat masuk2 ke dalam gang kecil lagi karena masih banyak restoran di dalam gang-gang tsb..

Yang mau  nangkep pokemon boleh kesini

Lanjut ke JR Harajuku, exit Takeshita-Dori, langsung deh ketemu jalanan yang isinya banyak toko-toko lagi XD (kektawan deh tipe traveler yang demen shopping dan pulang dengan koper beranak). Visit Daiso disini, karena Daisonya 4 lantai, Daiso2 di tempat lain kebanyakan kecil2. Serba ada dengan harga 100yen (108yen inc tax). Jangan sungkan borong disana termasuk buat oleh2 juga kualitas barangnya gak mengecewakan sama sekali. FYI disana beli gantungan baju seharga 108 yen (14rb), di Jakarta nemu di Sco*p barang yang SAMA dihargain 105rb rupiah.


Buat yang senang cosplay/baju gothic/lolita, di harajuku ini pusatnya. Tapi saya sendiri kurang suka baju-baju model begitu, jadi highlightnya cuman daiso aja :p Oiya, wajib coba churros dan crepes yang terkenal banget (tapi untuk crepesnya mnrt saya gak enak karena gak garing). Dari Harajuku di arah balik ke MRTnya bisa ketemu Yoyogi Park.
Saya juga sempat visit Ginza, tapi nothing memorable kecuali Uniqlo 11 lantainya dan restaurant2nya :p


Gunung Fuji dan Gotemba Premium Outlet


Sok2 candid gitu 
Katanya belum ke Jepang kalau belum ke gunung Fuji. Kami menyewa mobil alphard seharga -/+ 9juta rupiah untuk sehari termasuk bensin+supir (disana memang standar harganya segitu). Saya gak benar2 ke gunungnya, melainkan ke Kawaguchio  lake (1 of 5 lakes around mount fuji), dari sini akan terlihat jelas gunungnya, namun menurut saya biasa aja sih XD sama aja kayak gunung2 di puncak tapi ada awannya di tengah-tengah. Cuaca hari ini meskipun dekat gunung tapi lebih hangat dari kemarin.

Pokemon store di Gotemba Premium Outlet

Kalau punya waktu lebih boleh explore daerah sekitar kawaguchio. Namun kami langsung pergi ke Gotemba Premium Outlet :p hehehe, outletnya terpencil di pegunungan, terbuka dengan udara pegunungan dan outlet premium, banyaaak yang bawa anjing juga :p hehehe, toko-tokonya antara lain kate spade, nike, adidas, plaza, pokemon-shop, godiva, dll. Saya lihat kate spade/tory buch harganya hanya beda sedikit dari Jakarta, jadinya malas beli deh, barangnya juga kurang komplit. Kalau adidas disini murah banget, model adidas garis2 yang lagi hits start from 3000Yen (390rb) saat lagi sale, kalau di Jakarta duit segitu cuman bisa dapat KW yang konon ORI di online shop =)) oiya, ditambah tax refund bisa lebih hemat.


Akihabara dan Asakusa

Akihabara saya cuman stay 30menitan, itupun nungguin pacar main game yang capit-capit doang, disana sekali main menggunakan koin 100yen (13ribu), hadiahnya boneka original kecil-besar, atau PSP merek china sampai figurin ratusan ribu juga ada. Harganya sama-sama 100Yen sekali  main, hanya saja tingkat kesulitannya berbeda-beda. Saya memang kurang suka anime, jadi menurut saya Akihabara kurang menarik.


Foto sama si putih di Sensoji temple (asakusa)

Asakusa, disini ada temple yang terkenal dan ada beberapa toko kecil. Toko yang paling berkesan buat saya toko khusus barang2 doggy disana, sayangnya pacar gak kasih belanja banyak2, nyesel gak beli gelas PUG :D FYI, saya koleksi barang-barang pug :p so far baru ada belasan sih karena entah kenapa barang-barang pug mahal parah..


Too bad.....

Nyesel gak visit Odaiba dan Yokohama D: gatau kenapa pas disana kelupaan, tapi giliran udah sampai Jakarta baru kepikiran.. next time, then :) di Odaiba ada rainbow bridge, more shopping, gundam raksasa, dan replica patung Liberty. Di Yokohama ada China Town, biggest aquarium dan Cosmo World (semacam dufan). Saya pribadi ga rekomen ke aquarium macam searworldnya itu karena memang kurang suka ngeliat dolphins di captivity.

Odaiba (foto dari google)


Another famous tourist attraction di Tokyo ada Disney Sea, Disney Land, Ghibli Museum, Tokyo Sky Tree. Better tokyo sky tree daripada tokyo tower karena lebih tinggi.


4 hari di Tokyo cukup puas :D pergi sendiri tanpa tour guide juga cukup mudah dengan bantuan google maps. Tokyo will always have a special place in my heart. the people, the dogs, Daiso, the technology, the atmosphere and the sky yang masih terang di jam 7 malam.

Ketemu mario bross dkk di jalanan shibuya


Lanjut ke part 2 ya ;) click - Japan Trip, Osaka.

Love,
JFK 

1253 words

Thursday, August 18, 2016
4.30 AM